🎉 Kedudukan Orang Yang Berilmu
Hasilpenelitian ini menyatakan bahwa kedudukan orang yang berilmu menurut Buya Hamka ada dua golongan yaitu pertama; kedudukan orang berilmu yang ditinggikan derajatnya, ialah orang yang menuntut ilmu dengan niat yang lurus karena Allah semata serta mengamalkan ilmunya untuk mendapat keridhaan-Nya.
KEDUDUKANORANG BERILMU DALAM ALQURAN. Konsep awal ilmu. Ilmu atau dalam bahasa Arab disebut dengan 'ilm yang bermakna pengetahuan merupakan derivasi dari kata kerja 'alima yang bermakna mengetahui.7 Secara etimologi, ilmu berasal dari akar kata 'ain-lam-mim yang diambil dari perkataan 'ala>mah, yaitu ma'rifah (pengenalan), syu'u>r
AllahSWT meletakkan kedudukan orang berilmu lebih tinggi dan mulia di sisi-Nya. Terdapat beberapa ayat dalam al-Quran yang secara jelas menyatakan kelebihan orang yang berilmu daripada yang lainnya. Antaranya firman Allah SWT yang bermaksud: "Allah meninggikan darjat orang yang beriman di antara kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan agama (daripada kalangan kamu) beberapa darjat.
Kedudukanorang yang berilmu, orang yang taat berbeda dengan mereka yang tidak berilmu (bodoh) dan berada dalam kemaksiatan. Ayat di atas menyiratkan bahwa orang yang menghabiskan waktunya untuk berbuat taat kepada Allah dengan berbagai bentuk ketaatann didasarkan pada ilmu tidak sama dengan mereka yang hanya menuruti hawa nafsunya.
Kedudukanorang berilmu yaitu : 1. Terbebas dari kebinasaan. 2. Diangkat derajatnya. 3. Memperoleh kebahagiaan dunia akhirat. 4. Dijauhkan dari pemimpin yang bodoh. Mari kita simak pembahasan berikut.
Sampaidi sini kita pahami bahwa kedudukan orang yang berilmu sangatlah mulia, kemuliaan tersebut tidak hanya mereka dapatkan ketika di dunia tatapi juga di akhirat, tetapi dengan catatan mereka mengaplikasikan ilmunya. Al-Syaukani menjelaskan, ayat ini secara umum untuk setiap orang beriman dan orang yang berilmu agama, tidak ada pengkhususan
Allahjuga menjanjikan akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu sampai beberapa derajat (Q.S Al-Mujadilah: 11). Demikianlah kedudukan dan keistimewaan orang yang berilmu, ia memperoleh kemuliaan dari sisi Allah, di dunia dan kelak di akhirat. Dikutip dari halaman Mutiaraislam, berikut Ayat-ayat Al-Quran tentang ilmu.
Tuturbeliau dengan komunikatif menjelaskan kedudukan orang-orang yang berilmu. Beliau juga menyampaikan, bahwa ilmu ada dalam pemahaman beragama dan tidak akan beroleh ilmu seseorang yang tidak Allah Swt pahamkan ia akan pemahaman agama. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Allah Swt lewat firman-Nya QS Al-Mujadalah: 11
Paramalaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu)." Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa kedudukan orang yang berilmu setara dengan para Malaikat yang bersaksi bahwa tiada Tuhan yang layakk disembah selain Allah SWT. Orang yang berilmu berbeda dengan orang yang tidak berilmu Dalam (QS.
. Islam adalah adalah ajaran yang berlandaskan ilmu. Segala perintah dan larangan dalam agama memiliki dasar keilmuan yang jelas dan lengkap. Setiap ibadah yang dikerjakan memiliki landasan keilmuan yang rahmatan lil alamin. Maka dari itulah, setiap muslim dituntut untuk mendasarkan segala amalanya pada keilmuan dan kedudukan Ilmu dalam IslamPengertian IlmuSecara bahasa, ilmu al-Ilm adalah lawan kata dari bodoh al-jahl. Sedangkan secara istilah, para ulama ushul memberikan pengertian ilmu adalah “Memahami sesuatu secara pasti sesuai dengan faktanya.”Contoh ilmu sesuai pengertian di atas adalah pertama, bahwa keseluruhan kullun lebih besar daripada sebagian juz’un. Kedua, bahwa setiap ciptaan makhluq pasti ada yang menciptakan khaliq. dan Ketiga, bahwa niat merupakan syarat dalam suatu ibadah. Contoh yang pertama dan kedua di atas adalah contoh ilmu yang diperoleh secara akal, sedangkan contoh yang ketiga diperoleh secara syara’ syariah.Dalam ajaran Islam, ilmu tidak dapat dipisahkan dari amal. Artinya, ilmu harus diamalkan, dan sebaliknya, suatu amalan harus didasarkan kepada ilmu. Karena itu, Sahabat Ibnu Mas’ud berkata “Ilmu bukan dengan banyaknya meriwayatkan. Sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang dipancarkan di dalam hati. Sebagian ulama yang lainnya berkata “Sesungguhnyalah ilmu adalah khasyyah rasa takut kepada Allah.” Yang dimaksud dengan hakikat ilmu dalam perkataan tersebut adalah buahnya ilmu. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt, “Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya adalah ulama.” Fathir 28.Baca juga Nilai Kepemimpinan dalam Sholat BerjamaahKarena itulah, maka orang yang berilmu alim tapi perilakunya tidak sesuai dengan ilmu yang dimilikinya, maka orang tersebut dicap sebagai orang bodoh jahil. Nabi Yusuf berdo’a kepada Allah agar tidak terpedaya rayuan untuk berbuat maksiyat, karena itu termasuk perilaku orang-orang yang bodoh. Allah swt mengabadikan perkataannya, “Yusuf berkata, Wahai Tuhanku, penjara bagiku lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka padaku. Jika Engkau tidak memalingkan diriku dari tipu daya mereka, niscaya aku akan jatuh pada ajakan mereka, dan tentulah aku akan termasuk orang-orang yang bodoh.” Yusuf 33Kedudukan dan Keutamaan IlmuIlmu memiliki kedudukan dan keutamaan yang sangat besar dalam Islam. Karena itulah, maka wahyu yang pertama kali diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad saw adalah al-Quran surah al-Alaq ayat 1-5, yang berisi perintah membaca’. Bahkan perintah tersebut diulang dua kali untuk menunjukkan pentingnya aktifitas membaca, dan aktivitas tersebut harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan berulang-ulang, karena iaktifitas membaca adalah sarana utama untuk mendapatkan antara keutamaan ilmu yang disebutkan dalam al-Quran dan Hadits yaitu 1. Ilmu, bersama-sama dengan iman, merupakan salah satu dari sebab ditinggikannya derajat seseorang oleh Allah. Allah swt berfirman, “Niscaya Allah akan menaikkan derajat orang-orang yang beriman dari kalian, serta orang-orang yang diberi ilmu, beberapa derakat.” Al-Mujadilah 11.2. Ilmu adalah warisan para nabi, yang tidak bisa dinilai dengan dunia dan segala isinya. Sehingga, merupakan keuntungan yang besar dan sempurna bagi manusia, bila mendapatkan warisan tersebut. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu. Maka, barangsiapa mengambil warisan tersebut, berarti ia telah mengambil bagian warisan yang sempurna.” Abu Dawud dan at-Tirmidzi.3. Ilmu adalah syarat untuk mendapat kebaikan dari Allah swt. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah mendapatkan kebaikan, maka Ia akan dipahamkan oleh Allah terhadap agamanya.” Bukhari dan Muslim.4. Ilmu merupakan syarat untuk diterimanya suatu amalan. Rasulullah bersabda “Barangsiapa mengamalkan sesuatu yang tidak ada landasannya dalam urusan kami, maka amalnya tertolak.” Muslim.Disadur dari Modul Kaderisasi Sako “Pandu” Hidayatullah – Seri Sohihul Aqidah
JawabanIlmu adalah suatu hal yg sangat mulia. Karena dgn ilmu derajat kita ditinggikan, dan dgn ilmu juga kita mengetahui mana yg benar dan mana yg batil, dan yg paling mulia dari itu semua adalah Allah mudah kan kita untuk masuk kedalam surga nya sebagaimana Rasulullah bersabdaمن سلك طريقا يلتمس فيه علما سهلا الله له به طريقا الى الجنةyg artinya Barangsiapa yg menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan bagiannya jalan menuju tentang kedudukan seorang yg berilmu, tentu sangatlah mulia karena ia dgn ilmu tersebut yg telah Allah karuniai, memberi pengarahan Kpd manusia untuk menempuh jalan yg lurus dan menjauhi keburukan dalam agama Islam yg ber'akidah singkat. Semoga membantu.
Syekh Habib Muhammad Ismail mengatakan bahwa medan dakwah dewasa ini menghadapi tantangan yang semakin berat. Hal ini karena akhlak buruk tumbuh dengan sangat pesat, terutama mereka yang menganut paham at-tarbiyah pendidikan beragam.Hal ini memunculkan fenomena berbahaya, seperti anak muda yang tidak mau menghormati orang yang lebih tua, orang-orang pandir yang berani melangkahi ulama, dan para pelajar yang terlibat tawuran. Mereka saling bermusuhan, melupakan persaudaraan, tidak santun, tidak mau saling memaafkan, dan tidak mau bersabar. Mereka bersikap lebih pandir dari seorang yang tidak berpendidikan sama sekali. Kini, para pelajar banyak menyelam ke dalam lumpur celaan, pertikaian, dan perkelahian. Bahkan, di antara mereka ada pelajar yang berani menentang para ulama ternama. Hal ini karena mereka tidak sadar bahwa setan sedang meniupkan api permusuhan. Mereka mengira bahwa mereka sedang melakukan sesuatu dibenarkan seseorang yang menjadikan lidah sebagai pengontrol tingkah laku sangat disayang Tuhan. Karena itu, amal-amal berikutnya ia jadikan sebagai bahan evaluasi atas semua tersebut mencakup dua pikiran utama sebagai berikut1. Akhlak mulia kepada sesama Muslim. Hal ini dilakukan dengan menjaga kehormatan dan menjauhkan orang lain dari hal-hal yang dapat menyakitinya, seperti pembicaraan aib yang kini kian santer Akhlak mulia kepada ulama. Hal ini dilakukan dengan menjaga nama baik mereka, mengenal dan mengakui kemampuan dan kelebihan mereka, serta menghindarkan mereka dari fitnah dan pencemaran nama kedua patut diperhatikan lebih mendalam. Poin pertama merupakan pendahuluan karena ulama memiliki dua hak, yaitu sebagai seorang Muslim dan sebagai seorang yang memiliki kelebihan, dalam hal ini kelebihan ini senada dengan sikap Allah SWT yang telah lebih mengutamakan kaum Muslimin dibandingkan dengan umat lain, kemudian Allah meninggikan derajat orang-orang yang berilmu di antara kaum SWT berfirman, "... niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." QS. Al-Mujadilah 11.Allah SWT juga berfirman, "... katakanlah, Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui’?" QS. Az-Zumar 9.
kedudukan orang yang berilmu